Keluarga Sehat Butuh Jamban Yang Sehat

  • Whatsapp

Kapuas – Jambanisasi adalah salah satu sasaran pembangunan Fisik dalam kegiatan pra TMMD 110 di Desa Saka Lagun kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas. Desa Saka Lagun dengan kondisi alam masih asli dikelilingi pepohonan serta berada dipegunungan, dengan udara sejuk menambah semangat untuk maju dalam pembangunan menuju desa yang sejahtera.

Pembangunan jamban ini tentunya akan menambah semangat warga penerima untuk selalu bekerja dan berkarya agar menghasilkan perekonomian yang lebih berimbang dengan warga lainnya. Karena dengan hidup sejajar akan menghasilkan satu kerukunaan antar warga sekaligus kehidupan yang harmonis.

Kepala desa Saka Lagun, Selasa (2/3/21) mengatakan, “Pembangunan jamban yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD dibantu warga setempat merupakan perwujudan dari kepedulian TNI kepada keluarga pra sejahtera yang berada diwilayah terpencil. Karena melihat masih adanya warga yang belum mempunyai jamban tentu kurang membuat nyaman bagi lingkungan sekitar sekaligus zuga kurang sehat bila dipandang. Karena jamban merupakan kebutuhan utama dalam kelurga.”

Selain program ini untuk membantu warga pra sejahtera tentu merupakan salah satu program dari kemkes dalam upaya percepatan layanan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Semua ini didasrkan pada data yang ada sekitar 24 juta keluarga di Indonesia masih belum memiliki sanitasi yang baik. Untuk itu TMMD bekera sama dengan Kementrian kesehatan akan membangun satu juta jamban.

Sementara itu Dansatgas TMMD 110 Kodim 1011/KLK Kapuas Letkol Infantri Ari Bayu Saputro mengatakan, ”TMMD merupakan perwuudan sinergi program TNI dan Kemenrian kesehatan terkait penanganan kesehatan yang berkembang ditengah masyarakat.Dengan data 24 juta keluarga Indonesia belum memiliki sanitasi yang baik, persoalan kemiskinan, keterpencilan dan ketidaktahuan akan pentingnya masalah kesehatan menzadi permaslahan pokok yang harus terpecahkan. Untuk itu dengan adanya program bangun satu juta sanitasi tersebut telah dapat membantu mengurangi atau mengatasi permasalahan tersebut.”

Dengan kondisi masih banyaknya keluarga yang belum mempunyai sanitasi, program Indonesia sehat diwejawantahkan dengan paradigma sehat. Namun semua ini harus didukung langsung oleh masyarakat agar mau sadar menerapkan hidup sehat. Karena kalau tidak didukung dari kesadarana masyarakat tentu program uga kurang berzalan kurang maksimal. (*)

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *